Warga Pati

Warga Pati Temui Pimpinan DPR: Tegaskan Masyarakat Damai

Warga Pati, Jawa Tengah, Yang Tergabung Dalam Forum Komunikasi Rakyat Pati (FKRP), Mendatangi Gedung DPR RI Di Senayan, Jakarta. Kedatangan mereka menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Sekaligus menjelaskan kondisi Pati yang dinilai tidak sepenuhnya tergambarkan melalui pemberitaan dan percakapan di media sosial.

Dalam pertemuan tersebut, warga Pati di terima oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, serta Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan, mulai dari kondisi sosial. Dan keamanan di Pati hingga perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Salah satu perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Pati, Lukman Hakim, menyampaikan keresahan masyarakat terhadap kondisi daerah selama sekitar satu tahun terakhir. Menurutnya, berbagai informasi yang beredar di media sosial tidak selalu menggambarkan situasi sebenarnya di lapangan. Lukman menilai pemberitaan maupun konten. Yang tidak berimbang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Kabupaten Pati.

Warga Pati Tegaskan Ingin Damai

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam audiensi adalah keinginan masyarakat agar Kabupaten Pati kembali kondusif. Perwakilan nelayan Pati, Agung, mengatakan kondisi daerah yang terus di beritakan secara negatif ikut memberikan dampak terhadap masyarakat, khususnya sektor ekonomi. Ia meminta anggota DPR untuk datang langsung ke Pati dan melihat kondisi masyarakat dari dekat. Menurutnya, Pati memiliki masyarakat yang ramah dan sebenarnya menginginkan kedamaian.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena citra suatu daerah tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan sosial, tetapi juga dapat berdampak terhadap kegiatan ekonomi. Ketika sebuah daerah di anggap tidak aman atau tidak kondusif, investor maupun pelaku usaha bisa menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Sektor perikanan menjadi salah satu perhatian warga. Pati di kenal memiliki aktivitas perikanan yang cukup besar dan masyarakat nelayan berharap kondisi daerah yang kondusif dapat mendukung kegiatan ekonomi mereka. Agung menyebut adanya kekhawatiran investor untuk masuk ke Pati akibat persepsi negatif yang berkembang.

Dorong RUU Perampasan Aset

Selain persoalan citra daerah dan kondisi sosial, warga Pati juga menyampaikan aspirasi terkait RUU Perampasan Aset. Mereka meminta DPR memberikan kejelasan mengenai perkembangan pembahasan dan mendorong agar regulasi tersebut dapat segera di selesaikan.

Bagi masyarakat, RUU Perampasan Aset di anggap penting dalam memperkuat upaya pemberantasan kejahatan yang berkaitan dengan aset hasil tindak pidana. Karena itu, warga berharap DPR tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga memberikan tindak lanjut yang jelas terhadap tuntutan yang di sampaikan.

Dalam audiensi tersebut, Lukman meminta agar DPR memperhatikan berbagai persoalan yang terjadi di Pati. Ia juga menyinggung sejumlah kejadian yang menurutnya telah mengganggu ketertiban masyarakat, termasuk aktivitas yang berlangsung hingga larut malam serta persoalan di lingkungan kantor DPRD Pati. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut baik kedatangan Forum Komunikasi Rakyat Pati. Ia menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat akan di dengar dan di kawal agar dapat di tindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia.

Rencana Penyampaian Aspirasi

Bagi warga Pati, pertemuan ini di harapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki komunikasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Mereka ingin agar persoalan yang terjadi tidak terus berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Di sisi lain, rencana penyampaian aspirasi lanjutan tetap menjadi perhatian. Sejumlah informasi menyebut adanya rencana aksi masyarakat Pati di Jakarta pada 27 Agustus 2026. Namun, jalur dialog yang di tempuh melalui audiensi dengan DPR menunjukkan bahwa masyarakat juga memiliki keinginan untuk menyelesaikan persoalan melalui cara-cara damai.

Pada akhirnya, pesan warga Pati kepada publik cukup jelas: mereka ingin daerahnya di kenal sebagai wilayah yang aman, ramah, dan cinta damai. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat di harapkan tidak membuat seluruh warga Pati mendapatkan stigma negatif Warga Pati.